Langsung ke konten utama

Postingan

Cyber sex : Tantangan baru millenial di masa pandemi.

Rasa bosan dan lelah karena berdiam diri di rumah terlalu lama kerap kali dihadapi oleh para millennial. Mereka yang terbiasa aktif dan mempunyai mobilitas yang tinggi tiba-tiba dihadapkan pada kondisi pandemi covid-19 yang membatasi aktivitas mereka.  Mau tidak mau mereka harus menyesuaikan diri menghadapi situasi ini. Salah satu hal yang kerap menjadi ruang aktualisasinya adalah ruang siber. Ruang tersebut akan banyak membantu mengusir kebosanan mereka di tengah kondisi krisis yang belum juga membaik. Mereka tidak akan canggung berinteraksi di ruang siber dengan berbagai fungsi. Berinteraksi yang sifatnya kolektif maupun privat. Salah satu hal yang kerap kali dijadikan sebagai ruang mengusir kebosanan di tengah pandemi adalah aktivitas  cybersex .  Seiring perkembangan dan meluasnya penggunaan internet memunculkan revolusi seksual yang memungkinkan mereka melakukan eksplorasi seksual yang melampaui batas-batas budaya, gender, usia, agama, bangsa, bahkan be...
Postingan terbaru
Problema dan Pandemic “Mahasiswa harus kritis atau politis?” Norma Aulia Selamat Tahun Baru! Rupanya seruan itu tidak bertahan lama. Euforia akan bergantinya tahun serta harapan-harapan baru yang dilontarkan oleh seluruh kelas masyarakat telah pudar menjadi sumber ketakutan terhadap wabah pandemic covid-19. Ini bukan menjadi masalah yang sepele karena selain hampir seluruh negara terpapar, pemerintah harus melakukan manuver-manuver untuk mengatasi dampak dari covid-19. Tidak hanya di sektor politik dan ekonomi saja, bahkan sektor pendidikan juga jelas terkena dampaknya. Terlihat dari kebijakan yang dibuat per 16 maret 2020, pemerintah melayangkan surat agar setiap institusi melakukan segala aktivitas dari rumah dan kegiatan belajar mengajar pun juga terpaksa dilakukan seperti itu. Saya yakin dalam menjalankan kebijakan baru tersebut, semua institusi terus mengupayakan untuk terus beradaptasi agar bisa melaksanakan kebijakan baru tersebut dengan sebaik-baiknya. Tidak lupa pul...

AKHIRAT DAN SETELAH KITA

AKHIRAT DAN SETELAH KITA Setelah kematian, hal yang  paling melekat untuk beberapa atau bahkan mayoritas orang adalah Akhirat, surga-neraka. Eksekusi di alam baka, yang menginterpretasikan bilik mana yang kelak kau singgahi sebagai akhir jiwamu menetap. Kepasrahan akan kehidupan setelah kematian membuat beberapa insan mencoba melupakan atau bahkan telah melupakan esensi sebenarnya dari hidup itu sendiri. Mmmm okey, kita gantung sejenak klaim agamis di bilik sebelah. Tenang, nanti kita ambil lagi jika diperlukan. Insan-insan yang mencoba melupakan atau bahkan sudah melupakan ini menomor genapkan setelah angka 1 hidup yang dengan jelas sedang ia jalani sekarang, detik ini. “Menabung untuk akhirat” begitu ungkap nya.  Tak sedikit pula orang pamrih melakukan hal-hal terpuji karena ingin mendapat bilik bernama surga, agar namanya tak lupa untuk di catat oleh sang malaikat. Dengan begini, saya tidak menganulir bahwasanya selain kaum agamis yang gila akan baka pun ada orang...

Perempuan dan Hak nya

Saya persembahkan tulisan ini tepat pada hari perempuan internasional, meskipun saya sudah menulisnya sejak bulan kemarin. Banyak di postingan sosial media bahwa perempuan seharus nya tidak usah susah payah mengejar pendidikan yang tinggi. Istri harus dirumah, mengasuh anak, menghormati dan melayani suami dengan baik. Saya anggap ini adalah suatu keterbelakangan pemikiran di era emansipasi saat ini. Suatu ketika saya melihat salah satu postingan di Facebook. Dalam postingan tersebut, di ilustrasi yang mendukung ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Ilustrasinya kira-kira begini: " Suami bekerja, gaji Rp 4 juta. Istri juga bekerja, gajinya Rp 3 juta. Kemudian sang istri memutuskan berhenti bekerja. Lalu apakah keluarga itu menjadi kekurangan? Tidak! Gaji suami kemudian menjadi Rp 7 juta! Jadi cukup! Dari mana pendapatan suami tiba-tiba menjadi naik? Dari Allah! Allah mampu membuka pintu rejeki dari mana saja, entah suami naik pangkat, dapat kontrak baru, bekerja di peru...

Pilihan Para Penumpang

Akhir akhir ini saya sering membaca analogi ini di timeline timeline media sosial. Begini nih isi nya "Indonesia adalah sebuah bus yang sedang mengarah pada suatu tujuan" pernah mebaca atau melihatnya? Demikianlah analogi yang sering di lantunkan dengan semangat oleh pendukung pasangan capres-cawapres (tertentu) dalam pemilu 2019 Dalam analogi tersebut, dapat kita pahami masyarakat sebagai penumpangnya sedangkan pilpres sebagai sebuah transisi, ketika para penumpang memutuskan apakah mereka akan tetap menggunakan supir lama atau menggantinya dengan supir baru. . . Seberapa tepat penumpang membidik supir yang akan mengendarai bus bernama Indonesia ini menentukan keselamatan mereka sampai ditujuan? . . Jika yang di pilih para penumpang adalah supir yang ugal ugalan, penumpang tidak akanu tiba di tujuan dengan selamat justru masuk jurang dan celaka. Lebih baik lambat asal selamat di bawah kendali supir yang kadang nampak bingung dan kerap mengambil jalan yang berp...